Kampung batik ini kembali bergeliat setelah cukup lama lesu akibat belum terkenalnya batik seperti sekarang ini. menempati areal seluas 24ha di kawasan Laweyan yang kini kampung tersebut telah berubah menjadi sentra industri batik di Solo.
Salah satu ciri khas di Kampung Batik Laweyan adalah ragam bangunan rumah yang sekaligus berfungsi sebagai showroom atau tempat produksi dengan corak arsitek gaya Eropa, Cina, Jawa dan Islam. Apabila anda lebih masuk ke dalam Kampung Laweyan maka anda juga akan menemukan tempat-tempat bersejarah seperti Makam Kyai Ageng Hanis (tokoh yang menurunkan raja-raja Mataram), Rumah peninggalan Kyai Ageng Hanis dan Panembahan senopati Sutawijaya, Rumah H. Samanhudi pendiri Serikat Dagang Islam dan masih banyak lagi.Kini Kampung Batik Laweyan banyak dikunjungi wisatawan dari mancanegara untuk belajar membatik atau sekedar berbelanja
0 komentar:
Posting Komentar